APA ITU PARADIGMA PSIKOLOGI KEPRIBADIAN TRAIT ???????

charactertraits-sm

Sebelum kita mengetahui makna lebih dalam tentang  paradigma psikologi kepribadian trait, kita akan membahas terlebih dahulu tentang arti setiap kata dari paradigma, psikologi, kepribadian, dan trait itu sendiri.

  1.  Pengertian Paradigma

Robert Friedrichs mendefinisikan paradigma sebagai suatu pandangan mendasar dan suatu disiplin ilmu tentang apa yang menjadi pokok persoalan (subject matter) yang semestinya dipelajari (a fundamental image a dicipline has of its subject matter. Pengertian tersebut mengandung makna bahwa paradigma membantu merumuskan tentang  yang harus dipelajari, persoalan-persoalan yang mesti dijawab, bagaimana seharusnya menjawabnya, serta aturan-aturan yang harus diikuti dalam menginterpretasikan informasi yang dikumpulkan dalam rangka menjawab persoalan-persoalan tersebut.

Denzin & Lincoln (1994:107) mendefinisikan “Paradigm as Basic Belief Systems Based on Ontological, Epistomological, and Methodological Assumptions.” Paradigma merupakan sistem keyakinan dasar berdasarkan asumsi ontologis, epistomologis, dan metodologi.

Jadi dapat disimpulkan bahwa paradigma adalah cara pandang seseorang terhadap diri dan lingkungannya yang berdasarkan asumsi ontologis (hakekat yang ada tentang objek ilmu), epistomologis (cara memperoleh ilmu), dan metodologi (untuk apa dan bagaimana ilmu tersebut dimanfaatkan) yang akan mempengaruhinya dalam berpikir (kognitif), bersikap (afektif), dan bertingkah laku (konatif).

Paradigma juga dapat berarti seperangkat asumsi, konsep, nilai, dan praktik yang di terapkan dalam memandang realitas dalam sebuah komunitas yang sama, khususnya, dalam disiplin intelektual

psychology

     2. Pengertian Psikologi

Psychology (Yunani) merupakan gabungan dan kata psyche dan logos. Psyche berarti jiwa dan logos berarti ilmu pengetahuan. Secara etimologi psikologi adalah ilmu yang mempelajari jiwa, baik mengenai gejala, proses maupun latar belakangnya. Ilmu pengetahuan tersebut diperoleh secara sistematis dengan metode-metode ilmiah.

 Banyak ahli yang mengemukakan pendapat tentang pengertian psikologi, diantaranya:

  1. Ensiklopedi Nasional Indonesia Jilid 13 (1990), Psikologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dan binatang baik yang dapat dilihat  secara langsung maupun yang tidak dapat dilihat secara langsung.
  2. Dakir (1993), psikologi membahas tingkah laku manusia dalam hubungannya dengan lingkungannya.
  3. Muhibbin Syah (2001), psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku terbuka dan tertutup pada manusia baik selaku individu maupun kelompok, dalam hubungannya dengan lingkungan. Tingkah laku terbuka adalah tingkah laku yang bersifat psikomotor yang meliputi perbuatan berbicara, duduk , berjalan dan lain sebgainya, sedangkan tingkah laku tertutup meliputi berfikir, berkeyakinan, berperasaan dan lain sebagainya.

Dari beberapa definisi tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku manusia, baik sebagai individu maupun dalam hubungannya dengan lingkungannya. Tingkah laku tersebut berupa tingkah laku yang tampak maupun tidak tampak, tingkah laku yang disadari maupun yang tidak disadari.

Untitled

      3. Pengertian Kepribadian

Kepribadian secara sederhana bisa diartikan menggambarkan perilaku, watak, atau pribadi seseorang. Menurut Anna Anastasia faktor gen atau bawaan dari lahir dan faktor belajar serta lingkungan membentuk kepribadian seseorang. Penggolongan kepribadian menurut seorang ahli kedokteran atau psikologi dari Yunani, Hipocrates lebih melihat kepribadian berdasarkan cairan tubuh yang mendominasi dan memberikan pengaruh pada individu yang terdiri dari sanguinis, plegmatik, melankolik dan kholerik (Suryabrata,1988). Sementara Sigmund Freud lebih menggolongkan struktur kepribadian berdasarkan id (nafsu), ego (pikiran), dan super ego (norma).

Banyak juga ahli yang mengemukakan pendapat tentang pengertian kepribadian, diantaranya:

  1. Agus Sujanto dkk (2004), kepribadian adalah suatu totalitas psikofisis yang kompleks dari individu, sehingga nampak dalam tingkah lakunya yang unik.
  2. Kartini Kartono dan Dali Gulo dalam Sjarkawim (2006),kepribadian adalah sifat dan tingkah laku khas seseorang yang membedakannya dengan orang lain; integrasi karakteristik dari struktur-struktur, pola tingkah laku, minat, pendiriran, kemampuan dan potensi yang dimiliki seseorang; segala sesuatu mengenai diri seseorang sebagaimana diketahui oleh orang lain.
  3. Gardon W.Alport kepribadian adalah organisasi dinamis dari sistem psiko-fisik individu yang menentukan tingkah laku dan pemikiran individu secara khas.  Makna dari dinasmis berarti kepribadian indivuidu bisa berubah-ubah, psikis meliputi bakat,minat, sikap, kecerdasan, emosi, kemampuan berpikir, berimajinasi dan memori.Sedangkan fisik berhubungan dengan aspek fisik, seperti tinggi badan, berat badan, dan kurus gemuk.

 

Meskipun banyak sekali pengertian menurut para ahli tentang kepribadian yang tidak saya bahas disini, namun dari berbagai pendapat para ahli tentang kepribadian ada 4 persamaan ciri dari kepribadian :

  1. Kepribadian bersifat umum
  2. Kepribadian berjangka lama
  3. Kepribadian bersifat kesatuan
  4. Kepribadian bisa berfungsi baik atau buruk

 

   4.Pengertian Trait

Trait disebut juga dengan sifat atau bisa juga didefiniskan sebagai respons yang sama (senada) terhadap kelompok stimuli yang mirip, berlangsung dalam kurun waktu yang relatif lama.

Contohnya :                                                                                       

Sebagai mahasiswa baru, sekelompok orang yang termasuk dalam satu kelompok ospek fakultas mereka akan bekerja sama saling membantu dan mengingatkan jika ada yang  berbuat kesalahan ketika ospek kepada sesama anggotanya. Namun seiring dengan berjalannya waktu meskipun ospek telah selesai karena mereka sudah terbiasa bersama maka dalam pergaulan sehari-hari pun terbiasa bersama, tidak terkecuali dengan sifat mereka yang dari mulai ospek selalu saling membantu jika ada yang kesulitan dan menegur teman yang salah. Hal tersebut menjadikan sifat mereka tetap sama seperti dahulu meskipun mereka dahulunya dipaksa untuk saling peduli terhadap sesama teman ketika ospek, namun sifat tersebut masih melekat dalam diri orang-orang tersebut.

    5. Paradigma Psikologi Kepribadian Trait

Dalam teori kepribadian, kepribadian terdiri dari antara lain trait dan tipe. Trait sendiri dijelaskan sebagai konstruk teoritis yang menggambarkan unit/dimensi dasar dari kepribadian. Trait menggambarkan konsistensi respon individu dalam situasi yang berbeda-beda. Sedangkan tipe adalah pengelompokkan bermacam-macam trait. Dibandingkan dengan konsep trait, tipe memiliki tingkat rergularity dan generality yang besar daripada trait.

Trait merupakan disposisi untuk berperilaku dalam cara tertentu, seperti yang tercermin dalam perilaku seseorang pada berbagai situasi. Teori trait merupakan teori kepribadian didasari oleh beberapa asumsi, yaitu:

  1. Trait merupakan pola konsisten dari pikiran, perasaan, atau tindakan yang membedakan seseorang dari yang lain, sehingga:
  1. Trait relatif stabil dari waktu ke waktu
  2. Trait konsisten dari situasi ke situasi
  1. Trait merupakan kecenderungan dasar yang menetap selama kehidupan, namun karakteristik tingkah laku dapat berubah, karena :
  1. Ada proses adaptif
  2. Adanya perbedaan kekuatan, dan
  3. Kombinasi dari trait yang ada

 

Tingkat trait kepribadian dasar berubah dari masa remaja akhir hingga masa dewasa. McCrae dan Costa yakin bahwa selama periode dari usia 18 sampai 30 tahun, orang sedang berada dalam proses mengadopsi konfigurasi trait yang stabil, konfigurasi yang tetap stabil setelah usia 30 tahun (Feist, 2006).

Kepribadian diamati dalam kaitannnya dengan fungsinya terhadap lingkungan. Paradigma Trait lebih banyak membahas prediksi-prediksi tingkah laku. Traits membuat kategori-kategori, menempatkan orang dalam tipe-tipe tertentu, memilih unsur pembeda yang fungsional, dan mengabaikan unsur pembeda yang tidak perlu  .

 

Teori Trait

Gordon Allport adalah seorang ahli psikologi  yang melakukan suatu penelitian tentang kepribadian trait pada manusia. Menurut Allport, trait adalah sistem neuropsikis yang digeneralisasikan dan diarahkan, dengan kemampuan untuk menghadapi bermacam-macam perangsang secara sama, memulai serta membimbing perilaku adaptasi dan ekspresi secara sama.  

Allport membedakan antara trait umum dengan disposisi pribadi.

  • Trait Umum adalah dimensi trait di mana individu dapat dibandingkan satu sama lainnya.
  • Disposisi pribadi dimaksudkan sebagai pola atau konfigurasi unik trait-trait yang ada dalam diri individu. Allport memandang disposisi pribadi sebagai sejenis organisasi yang terorganisasi, sebagian memiliki pengaruh yang lebih pervasif pada perilaku seseorang dibandingkan lainnya. Allport membedakan disposisi pribadi menjadi 3 macam, yaitu:
  1. Disposisi kardinal : beberapa orang mungkin memiliki satu disposisi dominan yang mempengaruhi hampir semua aspek perilaku mereka. Tokoh Bunda Theresa mungkin dapat dikatakan memiliki disposisi kardinal alturism.
  2. Disposisi sentral : kecenderungan untuk berespon yang kurang pervasif tetapi masih sangat umum. Sebagian besar dari kita memiliki 5 samapai 10 disposisi yang berfungsi mengorganisasikan dan mengarahkan banyak aspek kehidupan kita. Bagi wanita yang sebelumnya diceritakan, keramahannya adalah salah satu disposisi sentralnya.
  3. Disposisi sekunder : kita memiliki banyak minat atau kecenderungan berespon yang lebih spesifik dan sempit. Misalnya, kesukaan akan pakaian tertentu atau kecenderungan menjaga kerapian meja tetapi penampilan pribadi yang tidak rapi.

 

Menurut Allport, faktor genetik dan lingkungan sama-sama berpengaruh dalam menentukan perilaku manusia. Bukan hanya faktor keturunan sendiri atau faktor lingkungan sendiri yang menentukan bagaimana kepribadian terbentuk, melainkan melalui pengaruh resiprokal faktor keturunan dan lingkungan yang memunculkan karakteristik kepribadian. Sehubung dengan adanya peran genetik dalam pembentukan kepribadian, terdapat empat pemahaman penting yang perlu diperhatikan:

  1. Meskipun faktor genetik mempunyai peran penting terhadap perkembangan kepribadian, faktor non genetik tetap mempunyai peranan bagi variasi kepribadian.
  2. Meskipun faktor genetik merupakan hal yang paling penting dalam mempengaruhi lingkungan, faktor non genetik adalah faktor yang paling bertanggung jawab akan perbedaan pada orang-orang.
  3. Pengalaman dalam keluarga adalah hal yang penting meskipun lingkungan keluarga berbeda bagi setiap anak sehubungan dengan jenis kelamin anak, urutan kelahiran, atau kejadian unik dalam kehidupan keluarga pada tiap anak.
  4. Meskipun terdapat kontribusi genetik yang kuat terhadap trait kepribadian, tidak berarti bahwa trait itu tetap atau tidak dapat dipengaruhi oleh lingkungan.

Teori Sifat Atau Karakteristik Kepribadian (Trait Theories)

Adapun identifikasi ciri – ciri pada teori sifat meliputi ciri kecerdasan, emosional, fisik dan ciri – ciri pribadi lainnya dari pemimpin yang berhasil :
Kecerdasan (Intelligence) , Kepribadian (Personality), Karakteristik Fisik (Physical Characteristic),  Kemampuan Supervisi

Jadi kesimpulannya paradigma psikologi kepribadian trait adalah Manusia memiliki macam / jenis potensi yang sama ketika dilahirkan, namun dengan tingkat kualitas yang berbeda. Ketika potensi itu aktual dalam kepribadian, maka tampak bahwa tidak ada dua orang yang memiliki kepibadian yang sama.

Selain itu berguna pada berbagai bidang yaitu memprediksikan keberhasilan individu dalam bidang tertentu, memilih atau menempatkan seorang yang tepat pada tempat yang tepat pula.

 Referensi :

 

 

 

 

 

 

By tinasitihartinah